SK Pembagian TUGAS Upload Pada Aplikasi & Verval Pengajuan NUPTK 2016

On Juni 27, 2019

Download SK Pembagian Tugas Pendidik Dan Tenaga Kependidikan – Guna membantu memudahkan Bapak/Ibu Guru dalam membuatan SK Pembagian Tugas Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Sekolah pada kesempatan kali ini kami sajikan SK Pembagian Tugas Pendidik Dan Tenaga Kependidikan yang sudah disesuaikan berdasarkan Standar dalam Juknis terbaru. Dokumen SK Pembagian Tugas Pendidik Dan Tenaga Kependidikan ini memiliki fungsi dasar yang sangat berguna dalam pengembangan sekolah sehingga kami merekomendasikan untuk dimiliki oleh semua guru dan sekolah.
SK Pembagian TUGAS Upload Pada Aplikasi & Verval Pengajuan NUPTK 2016


SK Pembagian TUGAS Upload Pada Aplikasi & Verval Pengajuan NUPTK 2016

Contoh SK Pembagian Tugas Pendidik Dan Tenaga Kependidikan ini sangatlah penting SK ini yang dibuat sekolah untuk Pendidik mapun Tenaga Kependidikan selama 1 Tahun Anggaran. SK Pembagian Tugas Pendidik Dan Tenaga Kependidikan ini haruslah dibuat berdasarkan hasil musyawarah Tenaga Pendidik dan Kependidikan serta Seluruh Anggota visit indonesia.  Dokumen SK Pembagian Tugas  ini dapat Bapak/Ibu sesuaikan berdasarkan data yang dimiliki

Download Juga : Aplikasi RKAS Bos Terbaik DI SINI 

SK Bendahara Bos Klik DI SINI

Semua File yang ada disimpan di Google Drive supaya memudahkan dalam proses download filenya unutk Bapak dan Ibu Guru atau Saudara Sekalian serta dari Virus Komputer, jadi Bapak dan Ibu tidak perlu khawatir untuk menyimpan semua file di Laptop, Flashdisk dan Smartphone  Download Contoh SK Pembagian Tugas Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Dengan GRATIS.!

Tidak luput dari pembuatan SK Pembagian Tugas Pendidik Dan Tenaga Kependidikan ini pun sama pentingnya demi kelancaran kita bersama di Sekolah. Diharapkan SK Pembagian Tugas Pendidik Dan Tenaga Kependidikan  ini merupakan salah satu referensi yang baik dan benar sesuai harapan anda, bisa digunakan untuk Administrasi,, dengan demikian file tersebut bisa memenuhi dan mengakhiri pencarian.

DOWNLOAD SK Pembagian Tugas Pendidik Dan Tenaga Kependidikan DI SINI

PEMERINTAH PASTIKAN TUNJANGAN SERTIFIKASI GURU SUDAH SIAP DICAIRKAN

On Juni 21, 2019

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh....Bapak/Ibu dimanapun anda berada, salam hangat selalu untuk kita semua, berikut informasi terupdate tentang Pemerintah Pastikan Tunjangan Sertifikasi Guru sudah Siap Dicairkan

Pemerintah Kabupaten memastikan dana sertifikasi guru untuk tahap pertama tahun 2019 sudah siap dicairkan. Saat ini BKD Kaur, tinggal menunggu pengajuan dari Dinas Pendidikan Kaur. Namun sayang sampai saat ini SK penerimaan sertifikasi dari Kementerian Pendidikan belum terbit.

Akibatnya banyak guru yang seharusnya sudah melakukan pemberkasan untuk pengajuan pencairan belum bisa dilaksanakan. Karena syarat utama untuk pencarian sertifikasi adalah SK dari Kementerian Pendidikan RI. Untuk saat ini Dispendik Kaur meminta agar penerima guru sertifikasi mengumpulkan berkas dan laporannya.

“Untuk saat ini dana sudah masuk dan siap kita salurkan, namun kita masih menunggu laporan data masuk dan pengajuan dari Dispendik Kaur. Karena kita hanya menyalurkan saja, usulan dan teknisnya ada di Dispendik Kaur,” Kepala BKD Kaur Lawi Amrul.

Sementara itu berdasarkan data yang ada di Dispendik Kaur jumlah guru sertifikasi yang terdata sebayak 657 orang dengan rincian Guru SMP sebanyak 373, SD 102 sisanya guru Paud dan pengawas sekolah sebanyak 182 orang. Bahkan diperkirakan akan ada penambahan dan pengurangan nantinya. Pasalnya ada guru yang pensiun dan baru terima sertifikasi tahun ini.

“Untuk usulan pencairan masih terganjal SK Dirjen dan data pendukung lainnya seperti selip gaji dan SK berkala PNS tersebut. Setelah semua lengkap bulan Mei mendatang baru akan kita usulkan ke BKD Kaur. Karena dananya sudah masuk, untuk itu kami imbau guru menyiapkan berkas untuk syarat pengajuan pencairan,” kata Kadispendik Kaur Endy Yulizar.
Tidak hanya tunjangan sertifikasi, beberapa tunjangan lainnya juga sudah siap dicairkan dalam waktu dekat. Salah satunya dana non sertifikasi sebesar Rp 200 juta dan tunjangan guru daerah terpencil Rp 793 juta. Untuk itu tidak hanya guru sertifikasi yang sudah harus menyiapkan berkas namun juga guru penerima non sertifikasi di Kabupaten Kaur.

“Untuk guru sertifikasi di Kaur totalnya kurang lebih 266 orang dan setiap bulannya Rp 250 ribu. Dana non sertifikasi dibayar per triwulan sama seperti dana sertifikasi,” pungkas Endy. (cik)

Sumber: www.jpnn.com

PP NOMOR 35 TAHUN 2019 TENTANG GAJI PENSIUN, TUNJANGAN KETIGA BELAS PNS, TNI, POLRI TAHUN 2019

On Juni 21, 2019

Peraturan Pemerintah nomor 35 Tahun 2019 Tentang Perubahan ketiga atas pp nomor 19 tahun 2019 tentang pemberian gaji, pensiun, atau tunjangan ketiga Belas kepada pegawai negeri sipil, prajurit tentara nasional Indonesia, anggota kepolisian negara republik indonesia, PeJabat negara, dan penerima pensiun atau tunjangan akhirnya diterbitkan pemerintah tepatnya tanggal enam mei 2019 di Jakarta. Pada pasal tiga Jumlah besaran yang dibayarkan adalah sama dengan besaranya penghasilan bulan Juni
PP NOMOR 35 TAHUN 2019 TENTANG GAJI PENSIUN, TUNJANGAN KETIGA BELAS PNS, TNI, POLRI TAHUN 2019

Pemberian gaji, pensiun, atau tunjangan ketiga belas merupakan kebijakan pemerintah sebagai penghargaan atas kontribusi PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, dan Penerima pensiun atau tunjangan dalam mencapai tujuan pembangunan nasional dan diberikan dengan memperhatikan kemampuan keuangan negara atau kemampuan keuangan daerah, sehingga kebijakan besaran gaji, pensiun, atau tunjangan ketiga belas diberikan secara proporsional. Namun demikian bagi PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, dan Penerima pensiun atau tunjangan yang menerima lebih dari 1 (satu) jenis penghasilan, hanya diberikan salah satu penghasilan yang jumlahnya menguntungkan. Apabila PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun atau Tunjangan tersebut juga sebagai Penerima pensiun atau tunjangan janda/duda maka kepada yang bersangkutan diberikan penghasilan ketiga belas sekaligus penghasilan ketiga belas Penerima pensiun janda/duda atau Penerima tunjangan janda/duda.

Pada pasal tiga Peraturan Pemerintah no 35 tahun 2019 ditegaskan bahwa Dalam hal penghasilan pada bulan Juni belum dibayarkan sebesar penghasilan yang seharusnya diterima karena berubahnya penghasilan, kepada yang bersangkutan tetap diberikan selisih kekurangan penghasilan ketiga belas.
Adapun komponen yang masuk perhitungan gaji ke 13 tahun 2019 adalah sebagai berikut:

a. PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, dan Pejabat Negara paling sedikit meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum, dan paling banyak meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, dan tunjangan kinerja;
b. Penerima pensiun meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga, danfatau tunjangan tambahan penghasilan; dan

c. Penerima tunjangan menerima tunjangan sesuai peraturan perundang-undangan.

Besaran penghasilan tidak termasuk jenis tunjangan bahaya, . tunjangan resiko, tunjangan pengamanan, tunjangan profesi atau tunjangan khusus guru dan dosen atau tunjangan kehormatan, tambahan penghasilan bagi guru PNS, insentif khusus, tunjangan selisih penghasilan, dan tunjangan lain yang sejenis dengan tunjangan kompensasi atau tunjangan bahaya serta tunjangan atau insentif yang ditetapkan dengan peraturan perundang- undangan atau peraturan internal kementerian/lembaga dan penghasilan lain di luar

Penghasilan tidak dikenakan potongan iuran dan/atau potongan lain berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam hal PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun atau Tunjangan menerima lebih dari satu penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, gaji, pensiun, atau tunjangan ketiga belas diberikan salah satu yang jumlahnya lebih besar.

Dalam hal PNS, Prajurit TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, dan Penerima pensiun atau tunjangan sekaligus sebagai Penerima pensiun janda/duda atau Penerima tunjangan janda/duda maka diberikan penghasilan ketiga belas sekaligus penghasilan ketiga belas Penerima pensiun janda/duda atau Penerima tunjangan janda/duda.

PP NOMOR 35 TAHUN 2019 TENTANG GAJI PENSIUN, TUNJANGAN KETIGA BELAS PNS, TNI, POLRI TAHUN 2019

Cara Daftar !! Rekrutmen Program Guru Bina Kawasan Tahun 2019 KEMENAG

On Juni 21, 2019

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) kembali membuka rekrutmen calon guru PAI yang akan dikirim ke daerah perbatasan. Program bantuan insentif pembinaan agama dan keagamaan Islam di wilayah perbatasan (Bina Kawasan) merupakan program unggulan Direktorat PAI dalam rangka memenuhi kebutuhan guru PAI di daerah dengan mengirimkan guru-guru fresh graduate.

Pendaftaran bina kawasan dibuka pada tanggal 13 Mei s.d. 10 Juni 2019. Program ini memiliki kuota sebesar 50 orang calon guru PAI yang akan ditempatkan di 24 provinsi sasaran di seluruh Indonesia. Adapun provinsi sasaran tersebut diantaranya: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.
Cara Daftar !! Rekrutmen Program Guru Bina Kawasan Tahun 2019 KEMENAG

Direktur PAI, Rohmat Mulyana, menyebutkan bahwa penetapan 24 provinsi tersebut masih dalam proses seleksi sehingga dapat menyesuaikan kebutuhan dan sebaran peserta bina kawasan di daerah sasaran.

"Angkatan pertama sebaran Bina Kawasan tahun 2017 ada di 19 Provinsi, tahun ini akan kembali dikaji oleh tim agar ada pengembangan di daerah lain. Ini masih dalam proses koordinasi dengan daerah," ujar Rohmat.


Lebih lanjut, Rohmat memberikan kesempatan kepada peserta bina kawasan angkatan pertama yang berminat mengikuti program ini kembali. Kesempatan ini diharapkan agar pengembangan di daerah sasaran berjalan maksimal serta dapat menjadi pembimbing bagi peserta baru.

"Kami memberikan kesempatan pada peserta bina kawasan angkatan sebelumnya untuk mengikuti kembali, maksimal 2 tahun. Untuk penetapan daerah sasaran akan ditentukan oleh tim," terang Rohmat.

Proses seleksi ini dilaksanakan dalam dua tahapan yaitu seleksi adminstrasi dan seleksi wawancara. Dua tahapan seleksi ini wajib diikuti oleh peserta sebelum mengikuti bimbingan teknis keberangkatan. Pelaksanaan seleksi adminitrasi di jadwalkan pada tanggal 11 s.d 16 Juni 2019, sedangkan pelaksanaan seleksi wawancara dijadwalkan pada tanggal 20-21 Juni 2019.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Direktorat PAI, Nasri, menjelaskan proses seleksi ini akan dilakukan berbeda dengan seleksi tahun sebelumnya yaitu dengan pemanfaatan aplikasi daring yang tersedia.

"Proses seleksi tahun ini akan kita coba dengan sistem daring, kalau seleksi tahun kemarin kan peserta dengan tim bertatap muka langsung, untuk efisiensi waktu dan finansial maka kita laksanakan secara online," ujar Nasri. (miftah/dod)

INILAH 13 METODE BELAJAR EFEKTIF ANAK GENERASI MODERN

On Juni 21, 2019

Metode belajar efektif sangat penting untuk kita mengerti. Belajar atau pembelajaran adalah merupakan sebuah kegiatan yang vital kita berikan kepada anak-anak kita. Karena ia merupakan kunci sukses unutk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan metode yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenangkan dan tidak membosankan.
Di bawah ini adalah beberapa metode belajar efektif, yang mungkin bisa kita persiapkan.

1. METODE DEBAT

Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang. Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru.
INILAH 13 METODE BELAJAR EFEKTIF ANAK GENERASI MODERN

Selanjutnya guru dapat mengevaluasi setiap siswa tentang penguasaan materi yang meliputi kedua posisi tersebut dan mengevaluasi seberapa efektif siswa terlibat dalam prosedur debat.

Pada dasarnya, agar semua model berhasil seperti yang diharapkan pembelajaran kooperatif, setiap model harus melibatkan materi ajar yang memungkinkan siswa saling membantu dan mendukung ketika mereka belajar materi dan bekerja saling tergantung (interdependen) untuk menyelesaikan tugas. Ketrampilan sosial yang dibutuhkan dalam usaha berkolaborasi harus dipandang penting dalam keberhasilan menyelesaikan tugas kelompok. Ketrampilan ini dapat diajarkan kepada siswa dan peran siswa dapat ditentukan untuk memfasilitasi proses kelompok. Peran tersebut mungkin bermacam-macam menurut tugas, misalnya, peran pencatat (recorder), pembuat kesimpulan (summarizer), pengatur materi (material manager), atau fasilitator dan peran guru bisa sebagai pemonitor proses belajar.

2. METODE ROLE PLAYING

Metode Role Playing adalah suatu metode belajar efektif dengan cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. 

Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. 

Kelebihan metode Role Playing: 

Melibatkan seluruh siswa dapat berpartisipasi mempunyai kesempatan untuk memajukan kemampuannya dalam bekerjasama.
Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.
Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.
Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.
Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.

3. METODE PEMECAHAN MASALAH (PROBLEM SOLVING)

Metode pemecahan masalah (problem solving) adalah penggunaan metode belajar efektif dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama.

Orientasi pembelajarannya adalah investigasi dan penemuan yang pada dasarnya adalah pemecahan masalah. Adapun keunggulan metode problem solving sebagai berikut:
Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan.
Berpikir dan bertindak kreatif.
Memecahkan masalah yang dihadapi secara realistis
Mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan.
Menafsirkan dan mengevaluasi hasil pengamatan.
Merangsang perkembangan kemajuan berfikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat.
Dapat membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan, khususnya dunia kerja.
Kelemahan metode problem solving sebagai berikut:
Beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk menerapkan metode ini. Misal terbatasnya alat-alat laboratorium menyulitkan siswa untuk melihat dan mengamati serta akhirnya dapat menyimpulkan kejadian atau konsep tersebut.
Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain.
4. PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH

Problem Based Instruction (PBI) memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog.

Langkah-langkah:
Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.)
Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.
Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
Kelebihan:
Siswa dilibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik.
Dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain.
Dapat memperoleh dari berbagai sumber.
Kekurangan:
Untuk siswa yang malas tujuan dari metode tersebut tidak dapat tercapai.
Membutuhkan banyak waktu dan dana.
Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini

5. COOPERATIVE SCRIPT

Skrip kooperatif adalah metode belajar efektif dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.

Langkah-langkah:
Guru membagi siswa untuk berpasangan.
Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.
Kesimpulan guru.
Penutup.
Kelebihan:
Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan.
Setiap siswa mendapat peran.
Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.
Kekurangan:
Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu
Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).

6. PICTURE AND PICTURE

Picture and Picture adalah suatu metode belajar efektif yang menggunakan gambar dan dipasangkan / diurutkan menjadi urutan logis.

Langkah-langkah:
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
Menyajikan materi sebagai pengantar.
Guru menunjukkan / memperlihatkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi.
Guru menunjuk / memanggil siswa secara bergantian memasang / mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
Guru menanyakan alas an / dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
Dari alasan / urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep / materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
Kesimpulan / rangkuman.
Kebaikan:
Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.
Melatih berpikir logis dan sistematis.
Kekurangan:
Memakan banyak waktu. Banyak siswa yang pasif.
7. NUMBERED HEADS TOGETHER

Numbered Heads Together adalah suatu metode belajar efektif dimana setiap siswa diberi nomor kemudian dibuat suatu kelompok kemudian secara acak guru memanggil nomor dari siswa.

Langkah-langkah:
Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor.
Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya.
Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka.
Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain.
Kesimpulan.
Kelebihan:
Setiap siswa menjadi siap semua.
Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.
Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.
Kelemahan:
Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru.
Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru
8. Metode Investigasi Kelompok (Group Investigation)

Metode investigasi kelompok sering dipandang sebagai metode yang paling kompleks dan paling sulit untuk dilaksanakan dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini melibatkan siswa sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi. Metode ini menuntut para siswa untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun dalam ketrampilan proses kelompok (group process skills). 

Para guru yang menggunakan metode investigasi kelompok umumnya membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 hingga 6 siswa dengan karakteristik yang heterogen. Pembagian kelompok dapat juga didasarkan atas kesenangan berteman atau kesamaan minat terhadap suatu topik tertentu. 

Para siswa memilih topik yang ingin dipelajari, mengikuti investigasi mendalam terhadap berbagai subtopik yang telah dipilih, kemudian menyiapkan dan menyajikan suatu laporan di depan kelas secara keseluruhan. Adapun deskripsi mengenai langkah-langkah metode investigasi kelompok dapat dikemukakan sebagai berikut:

a. Seleksi topik
Parasiswa memilih berbagai subtopik dalam suatu wilayah masalah umum yang biasanya digambarkan lebih dahulu oleh guru. Para siswa selanjutnya diorganisasikan menjadi kelompok-kelompok yang berorientasi pada tugas (task oriented groups) yang beranggotakan 2 hingga 6 orang. Komposisi kelompok heterogen baik dalam jenis kelamin, etnik maupun kemampuan akademik.

b. Merencanakan kerjasama

Parasiswa beserta guru merencanakan berbagai prosedur belajar khusus, tugas dan tujuan umum yang konsisten dengan berbagai topik dan subtopik yang telah dipilih dari langkah a) di atas.

c. Implementasi

Parasiswa melaksanakan rencana yang telah dirumuskan pada langkah b). Pembelajaran harus melibatkan berbagai aktivitas dan ketrampilan dengan variasi yang luas dan mendorong para siswa untuk menggunakan berbagai sumber baik yang terdapat di dalam maupun di luar sekolah. Guru secara terus-menerus mengikuti kemajuan tiap kelompok dan memberikan bantuan jika diperlukan.

d. Analisis dan sintesis

Parasiswa menganalisis dan mensintesis berbagai informasi yang diperoleh pada langkah c) dan merencanakan agar dapat diringkaskan dalam suatu penyajian yang menarik di depan kelas.

e. Penyajian hasil akhir

Semua kelompok menyajikan suatu presentasi yang menarik dari berbagai topik yang telah dipelajari agar semua siswa dalam kelas saling terlibat dan mencapai suatu perspektif yang luas mengenai topik tersebut. Presentasi kelompok dikoordinir oleh guru.

f. Evaluasi

Guru beserta siswa melakukan evaluasi mengenai kontribusi tiap kelompok terhadap pekerjaan kelas sebagai suatu keseluruhan. Evaluasi dapat mencakup tiap siswa secara individu atau kelompok, atau keduanya.

9. METODE JIGSAW

Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. 

Siswa dari masing-masing kelompok yang bertanggungjawab terhadap subtopik yang sama membentuk kelompok lagi yang terdiri dari yang terdiri dari dua atau tiga orang.

Siswa-siswa ini bekerja sama untuk menyelesaikan tugas kooperatifnya dalam: 
a) belajar dan menjadi ahli dalam subtopik bagiannya; 
b) merencanakan bagaimana mengajarkan subtopik bagiannya kepada anggota kelompoknya semula. 
Setelah itu siswa tersebut kembali lagi ke kelompok masing-masing sebagai “ahli” dalam subtopiknya dan mengajarkan informasi penting dalam subtopik tersebut kepada temannya. Ahli dalam subtopik lainnya juga bertindak serupa. 

Sehingga seluruh siswa bertanggung jawab untuk menunjukkan penguasaannya terhadap seluruh materi yang ditugaskan oleh guru. Dengan demikian, setiap siswa dalam kelompok harus menguasai topik secara keseluruhan.

10. METODE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT)

Metode belajar efektif kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.

Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.

Ada 5 komponen utama dalam komponen utama dalam TGT yaitu:

1. Penyajian kelas

Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam penyajian kelas, biasanya dilakukan dengan pengajaran langsung atau dengan ceramah, diskusi yang dipimpin guru. Pada saat penyajian kelas ini siswa harus benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena akan membantu siswa bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan pada saat game karena skor game akan menentukan skor kelompok.

2. Kelompok (team)

Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang anggotanya heterogen dilihat dari prestasi akademik, jenis kelamin dan ras atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan optimal pada saat game.

3. Game

Game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat siswa dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. 

Siswa memilih kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu. Siswa yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini yang nantinya dikumpulkan siswa untuk turnamen mingguan.

4. Turnamen

Biasanya turnamen dilakukan pada akhir minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan kelompok sudah mengerjakan lembar kerja. Turnamen pertama guru membagi siswa ke dalam beberapa meja turnamen. Tiga siswa tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga siswa selanjutnya pada meja II dan seterusnya.

5. Team recognize (penghargaan kelompok)

Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40

11. MODEL STUDENT TEAMS – ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)

Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti.

Langkah-langkah:
Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.).
Guru menyajikan pelajaran.
Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
Memberi evaluasi.
Penutup.
Kelebihan:
Seluruh siswa menjadi lebih siap.
Melatih kerjasama dengan baik.
Kekurangan:
Anggota kelompok semua mengalami kesulitan.
Membedakan siswa.

12. MODEL EXAMPLES NON EXAMPLES

Examples Non Examples adalah metode belajar yang menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh dapat dari kasus / gambar yang relevan dengan KD.

Langkah-langkah:
Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan lewat OHP.
Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisa gambar.
Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
Mulai dari komentar / hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
Kesimpulan.
Kebaikan:
Siswa lebih kritis dalam menganalisa gambar.
Siswa mengetahui aplikasi dari materi berupa contoh gambar.
Siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya.
Kekurangan:
Tidak semua materi dapat disajikan dalam bentuk gambar.
Memakan waktu yang lama.
13. MODEL LESSON STUDY

Lesson Study adalah suatu metode belajar efektif yang dikembangkan di Jepang yang dalam bahasa Jepangnya disebut Jugyokenkyuu. Istilah lesson study sendiri diciptakan oleh Makoto Yoshida.

Lesson Study merupakan suatu proses dalam mengembangkan profesionalitas guru-guru di Jepang dengan jalan menyelidiki/ menguji praktik mengajar mereka agar menjadi lebih efektif.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:

Sejumlah guru bekerjasama dalam suatu kelompok. Kerjasama ini meliputi: 
a. Perencanaan. 
b. Praktek mengajar. 
c. Observasi. 
d. Refleksi/ kritikan terhadap pembelajaran.

Salah satu guru dalam kelompok tersebut melakukan tahap perencanaan yaitu membuat rencana pembelajaran yang matang dilengkapi dengan dasar-dasar teori yang menunjang.
Guru yang telah membuat rencana pembelajaran pada (2) kemudian mengajar di kelas sesungguhnya. Berarti tahap praktek mengajar terlaksana.

Guru-guru lain dalam kelompok tersebut mengamati proses pembelajaran sambil mencocokkan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Berarti tahap observasi terlalui.

Semua guru dalam kelompok termasuk guru yang telah mengajar kemudian bersama-sama mendiskusikan pengamatan mereka terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Tahap ini merupakan tahap refleksi. Dalam tahap ini juga didiskusikan langkah-langkah perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.

Hasil pada (5) selanjutnya diimplementasikan pada kelas/ pembelajaran berikutnya dan seterusnya kembali ke (2).

Adapun kelebihan metode lesson study sebagai berikut:
Dapat diterapkan di setiap bidang mulai seni, bahasa, sampai matematika dan olahraga dan pada setiap tingkatan kelas.
Dapat dilaksanakan antar/ lintas sekolah.

FSGI DAN IGI TOLAK IMPOR GURU

On Juni 21, 2019

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh....Bapak/Ibu dimanapun anda berada, salam hangat selalu untuk kita semua, berikut informasi terupdate tentang FSGI dan IGI Tolak Impor Guru

Guru mempertanyakan keinginan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani yang berencana mengimpor guru. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) bahkan menolak tegas wacana tersebut.
Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim menyatakan, kebijakan mengimpor guru merupakan bentuk keputusasaan pemerintah dalam melatih dan memberdayakan guru. Menurut dia, pemerintah tidak percaya terhadap guru lokal yang masih profesional dan berkualitas. 

“Padahal baru beberapa bulan lalu Kemendikbud mengirim ribuan guru ke luar negeri, untuk belajar dan kuliah singkat. Belajar kepada guru-guru di luar negeri, untuk meningkatkan kompetensi pedagogisnya. Ini yang mesti terus dilakukan, bukan malah berniat mengimpor guru,” kata Satriwan di Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019.

Ia menuturkan, seharusnya guru yang dikirim ke luar negeri tersebut diberdayakan untuk melatih guru di dalam negeri. Mentransfer ilmu kepada guru-guru di daerah. Ia menilai, impor guru bukan menjadi solusi untuk membenahi rendahnya kualitas pendidikan nasional. 
FSGI DAN IGI TOLAK IMPOR GURU

Ia menjelaskan, persoalan pendidikan di tanah air masih menumpuk. Pemerintah seharusnya fokus memperbaiki sistem kurikulum belajar mengajar. Kemudian melatih guru agar berkompeten dan berkualitas sebagai tenaga pendidik.  Sementara itu Ketua Umum IGI Muhammad Ramli Rahim mengaku bingung menilai nalar dari Puan Maharani. Pasalnya, ucap di, jumlah guru di Indonesia tidak kurang. Bahkan, setiap tahun ada surplus sekitar 200.000 calon guru lulusan Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK).

“Kualitas guru dalam negeri sebenarnya punya potensi baik tetapi beban kurikulum dan beban administrasi yang begitu berat membuat mereka sibuk dengan hal-hal yang tidak perlu. Saya yakin jika guru-guru impor itu bekerja dengan ikatan kurikulum yang sama plus beban administrasi yang sama maka mereka pun tak akan maksimal apalagi kendala bahasa akan menjadi masalah besar,” ujarnya.

Menurut dia, daripada berencana mengimpor guru, pemerintah lebih baik memperbaiki kualitas LPTK dan terus membangun infrastruktur fisik di daerah terluar, terdepan dan tertinggal.***

Sumber: pikiran-rakyat.com
Demikian Informasi yang dapat kami sampaikan. Tetap kunjungi situs kami di  untuk mempebarui informasi anda.Kami akan senantiasa memberikan berita terbaru, teraktual, terpopuler, yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya.Terima Kasih atas kunjungan anda.Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Download Daftar Peserta yang Lolos FL2 SD Tingkat Nasional Tahun 2019

On Juni 21, 2019

Kemendikbud telah merilis Daftar Peserta FL2N SD Tingkat Nasional Tahun 2019 atau Daftar Peserta Lolos FL2N SD Tingkat Nasional Tahun 2019. Selamat kepada Peserta FL2SN SD yang dinyatakan lolos untuk mengikuti Festival dan Lomba Literasi Nasional Tingkat Sekolah Dasar (FL2N-SD) Tahun 2019.
Download Daftar Peserta yang Lolos FL2 SD Tingkat Nasional Tahun 2019

FL2N SD Tahun 2019 merupakan ajang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dibidang sastra. Hal ini tentunya dapat memotivasi peserta didik untuk meningkatkan budaya membaca dan menulis sejak dini, kecintaan terhadap literasi menjadi salah satu sarana dalam membangun karakter, jati diri dan kebanggaan nasional.

Daftar Peserta Lolos FL2N SD Tingkat Nasional Tahun 2019 tertuang dalam SK Penetapan Peserta FL2N-SD 2019. SK ini terdiri dari (5) lima lampiran yaitu Lampiran I berisi Penetapan Peserta Festival Literasi Nasional Sekolah Dasar (FL2N) Tahun 2019 Bidang Lomba Cipta Pantun, Lampiran II Penetapan Peserta Festival Literasi Nasional Sekolah Dasar (FL2N) Tahun 2019 Bidang Lomba Cipta Syair, Lampiran Ill Penetapan Peserta Festival Literasi Nasional Sekolah Dasar (FL2N) Tahun 2019 Bidang Lomba Baca Puisi, Lampiran IV Penetapan Peserta Festival Literasi Nasional Sekolah Dasar (FL2N) Tahun 2019 Bidang Lomba Menulis Cerita Pendek, dan Lampiran V Penetapan Peserta Festival Literasi Nasional Sekolah Dasar (FL2N) Tahun 2019 Bidang Lomba Mendongeng.

Bagi Peserta Festival Literasi Nasional Sekolah Dasar (FL2N) Tahun 2019 yangg lolos seleksi akan diundang untuk berkompetisi tingkat nasional pada tanggal 25 sampai dengan 29 Juli 2019 yang akan di Tangerang, Banten.